Salah satu Burung Anis Merah Milik Dicky Warga Bogor Selatan, Kota Bogor || Ly

Bogorsportif – Burung Anis merah adalah salah satu jenis burung kicau dari keluarga Turdidae dan Genus Geokichla. Burung ini bersifat omnivora, memakan berbagai macam serangga, cacing tanah, dan buah yang dapat dijumpai di beberapa daerah Sub-benua India dan Asia Tenggara berlahan basah dan berakar.

Burung yang memiliki nama latin geokichla citrine ini tak hanya pandai berkicau, tapi juga bisa menari dengan gaya yang unik. Leher dilenturkan dan digerakkan ke samping maupun ke bawah.

Para pehobi biasanya menyebut tarian burung anis merah dengan sebutan teler.

Gaya teler tersebut menjadi daya tarik tersendiri, karena makin terlihat teler dan berkicau kencang, maka makin mempesona. Seperti burung anis merah milik Dicky Julianto seorang pehobi burung anis merah berdomisili Jl Raya Tajur Biotrop, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dia menunjukkan burung anis merah di belakang rumahnya. Ia mengatakan para pemilik burung ini harus sabar. Tidak mudah membuat burung anis merah menari dan berkicau kencang. Sebab, burung ini tergolong cukup sensitif.

Dicky juga menunjukkan cara agar burung-burung ini bisa berkicau secara maksimal. Dilakukan pengecasan terlebih dulu, dengan menyandingkan beberapa burung. Tujuannya agar emosi bertarungnya muncul.

‘’Untuk menyandingkan ini sekitar 10 menit hingga 20 menit, ditandai dengan burung yang semula besar, menjadi lebih langsing atau singset bulunya,’’ ucapnya.

Menurut dia, setiap burung anis merah memiliki gaya teler berbeda-beda, Untuk perawatan burung anis merah tergolong mudah. Pembersihan kandang tidak dilakukan setiap hari dan memberikan asupan makanan yang baik seperti serangga dan buah.

‘’Saya bersihkan kandang dua hari sekali, terus dimandikan dikeramas besi, serta tidak lupa memberikan Jangkrik dan buah pepaya,” jelasnya

Dicky juga menjelaskan, populasi burung anis merah sebarannya dari Jawa dan Bali. Namun, budidaya burung anis merah belum terlalu banyak. Sehingga rerata pehobi mendapatkan dari alam. Hal itu membuat harga burung anis merah cukup mahal dan dibanderol mulai Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah.

‘’Tergantung keunikan burung, yang mana burung semakin mahal karena dari telernya ke kanan dan ke kiri secara cepat, sambil berkicau dan bernada,’’ tukasnya

Ly