Bogorsportif – Kegiatan Kolaborun yang digelar dalam rangkaian Car Free Day berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa yang memanfaatkan momen libur untuk pulang ke Bogor, sekaligus menghadirkan ruang kolaborasi lintas komunitas yang inklusif, dengan kategori lari 1 km untuk penyandang disabilitas dan penyintas kanker.

Kolaborun bukan sekadar fun run, melainkan ruang kolaborasi dan pertemuan untuk mendorong lingkungan yang lebih inklusif.

Kegiatan ini mempertemukan masyarakat umum, penyandang disabilitas, dan penyintas kanker dalam satu ajang olahraga.

Tersedia kategori 5 km untuk mahasiswa dan peserta umum, serta 1 km untuk kelompok inklusif.

Dengan semangat kolaborasi, inklusivitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, Kolaborun diharapkan menjadi ikon kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun.

Event Kolaborun dilaksanakan pada momen Car Free Day di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Ahad (15/2/2026).

Hadir melepas para pelari antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanif Faisol Nurofiq, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Danrem 061 Suryakancana, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Kolaborun menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat.

“Pada momen libur ini, para mahasiswa pulang ke Bogor dan menghadirkan acara Kolaborun. Kegiatan ini sangat meriah karena seluruh elemen masyarakat bergabung dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Yang membanggakan, anak-anak istimewa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Kolaborun merupakan acara yang inklusif dan terbuka untuk semua kalangan.

“Kami sepakat menjadikan Kolaborun sebagai agenda tahunan. Selain mempererat kolaborasi, kegiatan ini juga memperkuat komitmen untuk terus menghijaukan Kabupaten Bogor,” tandas Rudy.

Rudy menambahkan, momentum ini sekaligus menjadi penutup Car Free Day terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat.

Antusiasme peserta Kolaborun tinggi, bahkan ada yang datang dari luar kota. Salah satu peserta asal Cirendeu, Lebak Bulus, Jakarta, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya karena mendapat informasi dari media sosial.

Ia menilai rute yang adem dan cuaca Bogor yang sejuk membuat pengalaman berlari semakin menyenangkan.

“Seru banget, pesertanya juga banyak. Semoga event seperti ini lebih sering diadakan,” ujarnya.

Kemeriahan juga dirasakan peserta lain, Ami dan Olin, yang senang mendapatkan benih pohon gratis. Mereka menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang baru dan menyenangkan, karena bisa membawa pulang benih tanaman sebagai oleh-oleh sekaligus bentuk dukungan terhadap penghijauan.

Dukungan juga datang dari perwakilan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Restu, yang menilai Kolaborun menjadi contoh kegiatan olahraga inklusif karena merangkul teman-teman disabilitas.

“Keterlibatan semua pihak, termasuk dukungan Bupati dan berbagai komunitas, membuat suasana semakin hidup,” tuturnya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak melibatkan masyarakat, khususnya kelompok disabilitas, agar tetap memiliki ruang untuk beraktivitas dan berolahraga.*