Bogorsportif – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengaku telah menerima usulan kenaikan insentif guru Paud (pendidikan anak usia dini) Rp 200 ribu menjadi Rp 500 ribu – Rp 1 juta/bulan, pada Senin (3/3/2025).
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari bahwa usulan itu sudah diterima dan patut diapresiasi dan diperjuangkan.
“Iyah kita sudah terima usulannya dan harus kita apresiasi juga usulan itu. Dan rencana akan kita sampaikan usulan ini ke Bupati,” katanya
Nina menambahkan bahwa setiap usulan yang diajukan nanti akan dipertimbangkan terlebih dahulu untuk masuk dalam skala prioritas.
“Kan memang kita setiap tahun anggaran mengusulkan beberapa perubahan-perubahan tapi sekali lagi tergantung dari kekuatan anggaran karena kita dunia pendidikan ini banyak banget kebutuhan dan skala prioritas harus kita lihat mana yang lebih dulu dan nanti,” ungkapnya.
Sebelumnya, sejumlah guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) di Kecamatan Sukamakmur mendesak DPRD Kabupaten Bogor untuk menaikan insetif tenaga pendidikan.
Hal itu disampaikan oleh Penilik Guru Paud Kecamatan Sukamakmur, Ayo Kastaro saat Reses Dapil II DPRD Kabupaten Bogor beberapa hari lalu.
“Saya menangani TK, Paud, dan menangani PKBM. Untuk Tk ada 615 lembaga di Kabupaten Bogor, Paud ada 2.500 lembaga di kabupaten bogor dengan jumlah murid 85.000 orang dan menangani pkbm 168 lembaga di Kabupaten Bogor dan kalau di Sukamakmur ada 5 lembaga,” kata Ayo Kastaro.
Lanjut kata dia bahwa insentif guru Paud perbulan hanya Rp 200 ribu/orang di Kabupaten Bogor.
“Yang pertama guru Paud cuma dapat Rp 200 ribu perbulan, saya yakin untuk anggota dewan buat beli rokok saja ga cukup untuk (dana) segitu dan ga cukup, sedangkan kita dapat Rp 200 ribu sebulan,” kesalnya.
Maka dari itu ia meminta kepada DPRD Kabupaten Bogor agar insentif guru Paud untuk segera dinaikan minimal Rp 500 ribu – Rp 1 juta/orang.
“Sedangkan disini ada 15 ribu guru Paud se kabupaten Bogor, jadi kami mohon tolong nominalnya di perbesar supaya semangat jiwa mereka juga besar dan kita berharap insentif guru bisa naik menjadi Rp 500 ribu – Rp 1 juta,” pungkasnya. **
