Bogorsportif – Helaran Kirab Binokasih Sanghyang Pake ke-IV yang digelar di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (21/04/26) diapresiasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Wawan Hikal Kurdi.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari warisan sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting yang harus dijaga dan dilestarikan, khususnya di Kabupaten Bogor.

Apalagi kata Wanhay-sapaan akrab Ketua Persatuan Paralayang dan Gantole Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor ini, Kirab Binokasih Sanghyang Pake bukan sekadar seremoni budaya, tapi menjadi pengingat akan sejarah panjang.

“Ini sejarah budaya yang harus dilestarikan. Apalagi pada kegiatan itu juga diceritakan sejarahnya dari A sampai Z. Jadi kita harys mendukung penuh agar budaya yang ada ini terus dijaga dan dilestarikan,” kata Wanhay.

Selain upaya pelestarian budaya, sambung Wanhay, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami dan mengenal sejarah bangsa.

Menurutnya, pemahaman sejarah sangat penting agar anak-anak bangsa tidak kehilangan jati diri dan tetap memiliki keterikatan dengan akar budaya leluhurnya.

“Jangan sampai anak-anak bangsa ini tidak tahu sejarah. Maka kegiatan seperti ini sangat baik sebagai bentuk pembelajaran,” katanya.

Terkait rencana Pemerintah Kabupaten Bogor memasukkan pembelajaran budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan, Wanhay menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut.

Wanhay menegaskan, Kabupaten Bogor memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya yang sangat layak dikenalkan kepada masyarakat, khususnya para pelajar, melalui pendidikan formal.

“Bogor memiliki sejarah panjang dan budaya yang sangat baik. Jika dimasukkan ke dalam pembelajaran, tentu akan sangat positif agar masyarakat, khususnya anak-anak kita, bisa mengetahui sejarah dan budaya yang ada di Bogor,” kata Wanhay. *