Kadispora Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari (Kanan), Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP (Tengah) dan Ketua Kormi Kabupaten Bogor, Rike Iskandar (Kiri) saat melihat langsung pelaksanaan Invitasi Ortrad tingkat Jabar dilapangan Luar Pakansari Cibinong, Selasa 27,Oktober 2026 || bogorsportif.com

Bogorsportif.com — Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terus berkomitmen untuk menguatkan pembinaan karakter anak bangsa melalui pelestarian olahraga dan permainan tradisional. Hal tersebut dikatakan langsung Hery Antasari selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jawa Barat saat membuka Invitasi Olahhraga Tradisional tingkat Jabar di Lapangan Luar Stadion Pakansari, Selasa 27 Oktober, 2026.

Menurutnya, Kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional jenjang  Sekolah Dasar (SD) se-Jawa Barat yang dipusatkan di Gelora Pakansari ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan wadah untuk mengembalikan nilai-nilai warisan budaya non-benda yang kian terkikis. Ajang ini telah direncanakan sejak lama dan akan dibuat secara berkala (seri).

“Tujuannya tidak semata-mata mencari kejuaraan, tetapi lebih kepada keinginan kita untuk mengembalikan nilai-nilai warisan budaya non-benda, pelestarian permainan dan olahraga tradisional yang mulai menghilang tergerus oleh digitalisasi, media sosial, dan game online,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda saat ini banyak yang sudah tidak mengenal permainan tradisional.

Oleh karena itu, ajang ini dinilai sangat penting untuk pembangunan karakter sekaligus membentengi anak-anak dari dampak negatif arus digitalisasi.

Ke depannya, pihak penyelenggara berencana memperluas jangkauan kompetisi ini hingga level SMP dan SMA, serta mengagendakannya dua hingga tiga kali dalam setahun.

Pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati Bogor atas kesediaannya menjadi tuan rumah.

Pelaksanaan acara dinilai berjalan sangat baik dengan fasilitas tempat yang representative serta didukung oleh cuaca yang cerah.

Dari total daerah/kontingen yang diundang, sebanyak 19 daerah mengonfirmasi hadir dan berpartisipasi aktif, sementara 8 daerah lainnya absen yang disinyalir karena kendala kesiapan serta fokus pada agenda kejuaraan daerah lainnya seperti Porprov dan Popda.