Bogorsportif.com – Kota Bogor tak sekadar ingin sukses sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Di balik kesibukan menyiapkan berbagai fasilitas pertandingan, kontingen Kota Hujan juga mengusung ambisi besar untuk mencetak prestasi sekaligus membuka jalan bagi atlet-atletnya menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan sebanyak 565 atlet diterjunkan untuk memperkuat kontingen Kota Bogor pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Para atlet bertanding di sejumlah lokasi, baik di Kota Bogor maupun venue lain yang tersebar di Majalengka, Bandung, Bekasi, dan Depok.

Menurut Jenal, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bogor berharap para atlet yang tampil saat ini mampu berkembang hingga menembus kompetisi nasional dan internasional.

“Ini menjadi ikhtiar dan strategi kami dalam melakukan pembinaan. Harapannya, perwakilan atlet dari Bogor ke depan bisa menembus ajang yang lebih tinggi seperti PON, SEA Games, hingga Olimpiade,” ungkap Jenal.

Dari sisi target prestasi, Kontingen Kota Bogor tetap berkomitmen mengumpulkan medali emas sebanyak mungkin. Sejumlah cabang olahraga bela diri seperti judo, kuras, dan pencak silat menjadi andalan untuk mendulang medali.

Optimisme tersebut mulai terlihat dari pertandingan perdana pencak silat. Atlet fighter Kota Bogor bernama Azmi berhasil mengawali perjuangan dengan kemenangan telak atas lawannya dari Bandung.

“Alhamdulillah, pada laga perdana tadi petarung fighter pencak silat kita atas nama Azmi menang telak dengan skor akhir 22, unggul jauh dari lawannya. Ini awal yang sangat baik dan diharapkan menjadi motivasi bagi rekan-rekan atlet lainnya untuk terus mempertahankan performa terbaik,” jelasnya.

Jenal menilai hasil positif tersebut tidak terlepas dari persiapan panjang yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Program pematangan atlet dikawal bersama KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melalui sejumlah agenda latihan serta uji coba, termasuk program trade-in dan trade-out.

Dalam rangkaian uji coba tersebut, atlet Kota Bogor juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Salah satunya keberhasilan meraih medali emas pada kejuaraan balap sepeda di Singapura.

Intensitas persiapan para atlet pun terbilang tinggi. Mereka menjalani latihan hingga empat kali dalam sehari. Bahkan, Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan fleksibilitas waktu belajar bagi atlet pelajar, termasuk melalui pembelajaran daring.

Dukungan juga diberikan dari sisi kesehatan, pemenuhan nutrisi, fasilitas penunjang, hingga distribusi vitamin yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Di luar persiapan teknis, Pemkot Bogor turut menyiapkan apresiasi bagi atlet dan pelatih yang berhasil mempersembahkan medali.

Jenal menyebut, dalam rancangan APBD tahun depan telah dialokasikan bonus sebesar Rp100 juta bagi peraih medali emas. Besaran tersebut juga disiapkan untuk pelatih sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mencetak prestasi.

“Tahun depan masih dalam draf APBD, kami anggarkan bonus Rp100 juta bagi atlet peraih medali emas, begitu pula untuk para pelatih. Besaran ini konsisten dengan kebijakan pada Porprov periode sebelumnya di tahun 2022,” terangnya.

Adapun besaran bonus bagi peraih medali perak dan perunggu masih dalam tahap penyesuaian dan akan ditetapkan setelah pembahasan anggaran rampung.

Di sisi lain, sebagai tuan rumah, Pemkot Bogor juga memastikan kesiapan seluruh kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari sarana dan prasarana pertandingan, layanan medis, ambulans, hingga dukungan tim ofisial.

Jenal mengakui penyelenggaraan Porprov memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia memastikan seluruh perangkat daerah terus berupaya memberikan dukungan agar pertandingan berjalan lancar. *