Bogorsportif – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor mulai memfokuskan langkah strategis dalam menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026.
Salah satu fokus utama saat ini adalah pemanggilan atlet Seleksi Olahraga Daerah (SOD) serta pemantapan program pelatihan bagi seluruh cabang olahraga (cabor).
Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, mengatakan bahwa sebanyak 70 atlet hasil SOD secara bertahap mulai dipanggil dan masuk ke mess kembali pasca libur belum lama ini.
Pemanggilan 70 atlet SOD ini untuk kembali mengikuti program pembinaan dan latihan secara intensif.
“Untuk tahap awal, kami memanggil sekitar 70 atlet hasil SOD yang mulai masuk mess. Ini bagian dari proses pembinaan jangka panjang menuju Peparda Jawa Barat 2026,” ujar Muhammad Misbah, Rabu (7/1/2026).
Selain pemanggilan atlet, NPCI Kabupaten Bogor juga mengagendakan pertemuan dengan seluruh pelatih cabang olahraga guna mematangkan program pemusatan latihan cabang (pelatcab).
“Kami akan mengundang seluruh pelatih cabor untuk duduk bersama, menyamakan persepsi, sekaligus memantapkan pelaksanaan pelatcab Peparda. Semua harus satu visi dan satu target,” tegasnya.
Misbah menjelaskan, setiap cabang olahraga akan menjalankan program pelatihan yang terstruktur dan terukur, dengan melibatkan seluruh pelatih sesuai bidangnya masing-masing.
“Program pelatihan para cabor sudah kami siapkan. Nantinya akan dijalankan oleh masing-masing pelatih dengan pengawasan dan evaluasi rutin dari NPCI. Fokusnya adalah peningkatan performa atlet secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Misbah menegaskan bahwa NPCI Kabupaten Bogor tidak sekadar menargetkan partisipasi, melainkan memasang target tinggi pada ajang Peparda Jawa Barat 2026.
“Target kami jelas, yaitu juara umum Peparda Jawa Barat 2026. Dengan persiapan yang lebih awal, pembinaan yang serius, serta dukungan semua pihak, kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” tandasnya.
Ia juga berharap seluruh atlet dan pelatih dapat menjaga komitmen, disiplin, serta semangat juang selama proses persiapan berlangsung.
“Ini bukan pekerjaan singkat. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, dan kebersamaan. NPCI Kabupaten Bogor ingin menunjukkan bahwa atlet disabilitas mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” pungkas Misbah.*
